Wednesday, May 16, 2012

Ada Ce-I-eN-Te-A di Antara Kita? (Ampun Pak)

Satu detik, dua detik, tiga detik, jam itu berdetak seperti biasa. Namun ada satu hal yang tak biasa, JANTUNGKU. Jantungku terus memburu, beradu, menyadari matamu menatapku. Ku alihkan pandanganku agar matamu dan mataku tak beradu. Satu menit, dua menit, tiga menit. Akhirnya kau berpaling dariku. Ini kesempatanku untuk memperhatikanmu, memperhatikan bahasa tubuhmu. Jangan berbalik, jangan berbalik, jangan berbalik, harapku kepadamu. Aku gugup jika harus bertatapan denganmu. Cukup aku yang memandangmu, tak usah kau perhatikanku. Itu sudah lebih dari cukup untukku. Jantungku berdetak normal kembali beriringan dengan detak jam yang tak pernah berhenti mengganggu kita. Satu, dua, tiga. Oh tidak, kau berbalik menatapku, berjalan ke arahku, mendekat, mendekat, jantungku memburu, beradu, cepat, cepat sekali. Kau menatapku lekat-lekat. Aku gugup, peluhku menetes dengan derasnya, jantungku beradu dan nafasku memburu. Kau mendekatiku, menatap mataku, dan berkata "Mas,kowe nirun? Ndi lembar jawabe, bijimu Nol" (trans: Mas, kamu nyontek? Mana lembar jawabmu, nilai kamu 0 )

No comments:

Post a Comment