Anda semua berhak untuk membaca maupun tidak, dan saya berhak untuk menulis apa yang ada di kepala saya
Monday, April 14, 2014
Saya dan perasaan saya..
Itik buruk rupa itu terus terdiam, menantikan angin dan hujan yang tak kunjung datang, menantikan mentari pergi tergantikan awan gelap. Ingin bumi ini menjadi gelap hingga tak ada yang bisa melihatnya kembali. Atau setidaknya ia tak perlu melihat bulu-bulu angsa di sekitarnya atau burung-burung yang beterbangan dengan bebasnya di angkasa. Bulu-bulu indah serta kepakan sayap kebebasan itu adalah sebuah angan untuknya. Tapi apa dayanya, setelah hujan reda, awan gelap itu menghilang titik demi titik tergantikan langit biru dan mentari. Bahkan malam pun tak berpihak padanya. Ketika kegelapan itu tiba, masih ada bulan dan bintang yang membuatnya tetap bisa melihat keindahan. Apa daya jika, si itik buruk rupa.
Subscribe to:
Posts (Atom)