Jumat, 24 Agustus 2012
Tuhan, ini aku, Rita. Umurku 7 tahun. Kata Ibu, Tuhan serba tau dan Tuhan sudah mengenalku bahkan sebelum Ibu mengenalku. Maka dari itu aku ingin bercerita kepada Tuhan. Boleh kan Tuhan?
Tuhan, hari Rabu yang lalu aku kembali dimarahi ibu-ibu gendut, Dokter Juan dan Suster Yohana padahal aku tidak berbuat salah sedikitpun. Aku hanya bermain dengan seorang anak kecil yang duduk sendirian di taman rumah sakit. Mengapa ibu-ibu gendut yang jelek itu, Suster Yohana dan Dokter Juan harus memarahiku? Mengapa ibuku harus menangis? Oh, aku tau Tuhan, ibu sedih melihat Dokter Juan dan Suster Yohana selalu memarahiku.
Tuhan, kata Ibu, kita bisa meminta apapun kepadamu. Tuhan, jika aku boleh meminta sesuatu kepadamu, bolehkah aku mendapatkan boneka? Kata Ibu, aku bisa meminta kepada Tuhan apa saja jika aku berbuat baik, aku akan berbuat baik selama satu minggu ini Tuhan. Aku Berjanji. Boleh ya Tuhan?<p>
Minggu, 2 September 2012
Tuhan, ini Rita. Aku tidak jadi meminta boneka. Dokter Juan sudah membelikan aku boneka kemarin karena aku rajin meminum obat yang dia berikan dan tidak nakal lagi. Aku tidak berlarian di taman ataupun lorong rumah sakit lagi dan aku juga tidak bermain air ataupun mengganggu ikan di kolam rumah sakit lagi. Tuhan, sebagai imbalan akan kebaikanku, bolehkah aku tidak meminum obat lagi? Obat itu sangat pahit. Kalo Tuhan tidak percaya, Tuhan boleh mencobanya sendiri.
Senin, 17 September 2012
Tuhan, ini masih Rita. Aku tau, Tuhan ingin bertemu denganku secepatnya. Akupun juga begitu Tuhan. Tapi Rita belum bisa, Ibu, Suster Yohana, Dokter Juan pasti akan kecewa jika ku tinggalkan. Seperti kemarin, Suster Yohana marah kepadaku karena ku tinggalkan selama 2 jam. Begitupula ibu, aku takut tidak ada yang bisa menjaga ibu sepertiku jika ibu diomeli orang-orang yang tak ku kenal. Baru saja Tuhan, tadi pagi seorang tante-tante berambut aneh memarahi ibuku. Ibuku menangis dan terlihat takut tapi karena aku anak yang berani, ku lemparkan saja katak dari kolam rumah sakit ke arahnya. Oh ya Tuhan, sebenarnya apa itu pelacur? Tante-tante itu marah-marah kepada ibuku sambil mengatakan bahwa ibuku pelacur. Jika Tuhan ingin menjawabnya, Tuhan bisa mengirim surat kepadaku. Tapi Tuhan, jangan terlalu panjang menjawabnya, aku belum bisa membaca semahir Dokter Juan. Dan juga Tuhan, mengapa badanku lemas rasanya? Jawablah juga di surat itu. Aku yakin Tuhan lebih pintar daripada Dokter Juan. Aku bena kan Tuhan?
Rabu, 3 Oktober 2012
Tuhan, dimana suratmu? Haruskah aku datang ke rumahmu untuk memenuhi undanganmu untuk mengetahui jawabannya? Tuhan pelit, tidak taukah Tuhan aku sudah menunggu jawaban Tuhan selama satu, dua, tiga,...empat belas hari, eh lima belas hari Tuhan.Oh ya Tuhan, dua hari yang lalu seorang ibu berteriak-teriak di hadapanku lalu ku lihat orang-orang melihatku seperti setan-setan di film horor yang mengintai korbannya. Tuhan, mengapa orang-orang melihatku dan ibuku dengan wajah begitu? Lebih-lebih nenek, dia begitu membenciku. Apa salahku Tuhan? Tetapi Tuhan, aku senang aku memiliki Suster Yohana dan Dokter Juan juga ibu yang selalu menyayangiku, dan juga diri-Mu Tuhan.
Kamis, 31 Oktober 2012
Hari ini aku bermain air di bawah hujan Tuhan. Aku beruntung, Suster Yohana sedang sibuk hari ini. Tuhan, tetapi mengapa badanku rasanya lemas? Apakah karena aku lupa meminum obatku tadi siang?Dan juga Tuhan, apakah Tuhan tau dimana ibuku? Dimana dia menjalani terapi? Tuhan, sesungguhnya jika aku bisa menggantikan ibuku, aku ingin menggantikan ibu menjalani terapi yang menyakitkan itu. Tapi jika Tuhan bisa menyembuhkan kami berdua tanpa terapi, aku akan mengajak ibu ke tempat Tuhan secepatnya. Terapi dari Dokter Juan kurang ampuh, buktinya sudah sejak dulu sekali aku menjalani terapi dan tetap tidak sembuh. Tuhan, aku akan mendatangi Tuhan dua minggu lagi, aku akan meminta ijin Suster Yohana dan Dokter Juan. Aku juga akan mengajak ibu jika ibu mau. Tunggu aku ya Tuhan.
Kamis , 8 November 2012
Aku ingin bermain air saat hujan. Aku ingin berlarian di luar.Aku ingin berjalan-jalan berkeliling bangsal-bangsal rumah sakit dan menemui orang-orang yang biasa ku temui. Aku ingin melihat adik-adik kecil yang tertidur di kamar bayi. Aku ingin melepas selang-selang dan tabung-tabung ini. Aku ingin tidak meminum obat-obatan yang besar-besar itu. Aku ingin bermain dengan Ibu, Suster Yohana, Dokter Juan dan Tuhan. Aku ingin nenek tidak marah lagi dengan ibu. Aku ingin bertemu ayah. Mengapa hanya aku yang tidak mempunyai ayah? Aku ingin melihat orang-orang menyayangi ibuku. Aku ingin bermain mengejar ikan-ikan di kolam rumah sakit. Aku ingin mengganggu burung-burung yang hinggap di pohon rumah sakit. Tuhan aku ingin tas dan payung merah agar setiap orang tau dimana aku berada.
Jumat, 16 November 2012
Tuhan, aku belum jadi mengunjungimu karena hari ini hari Jumat dan kemarin aku masih menggunakan tabung-tabung besar dan selang-selang itu. Hari ini mereka dilepaskan dari tubuhku, Tuhan. Aku akan mengunjungimu pada hari minggu. Suster Yohana dan Dokter Juan pasti bisa mengantarku ke rumahmu karena mereka libur pada hari minggu. Aku bisa mengajak semua orang yang ku sayangi dan mengenalkan mereka kepadamu Tuhan.
Tuhan, kemarin lusa aku mengirimkan lukisan tanganku kepada nenek. Aku menitipkannya kepada paman yang sering memperhatikan ibu dan aku dari jauh. Paman itu teman nenekku, aku pernah melihatnya berbincang di rumah sakit. Semoga saja nenek menyukainya.
Selasa, 20 November 2012
Tuhan, perkenalkan saya Yohana, suster penjaga Rita. Saya tau sejak Rita bisa menulis, ia menuliskan banyak hal kepada-Mu. Sayapun yakin, saat ini Rita sudah berada di kerajaanmu. Saya yakin, tidak ada lagi rasa sakit akibat virus ganas itu. Tuhan, ijinkanlah saya merawat dan memberi semangat Rita-Rita lain. Terimakasih Tuhan, karena Engkau telah mengirimkan Rita kepada saya. Rita, buku ini akan Suster berikan kepada nenek Rita. Semoga buku ini bisa membuka hati nenekmu. Jangan nakal-nakal ya nak di rumah Tuhan.
(Untuk pita merah yang selalu mendukung mereka untuk tetap bertahan dan mereka yang lahir tanpa dosa namun dicela karena dosa yang tidak mereka perbuat)