Friday, June 15, 2012

If (Cinta Terakhir untuk Banyu)

What if I give you my smile?

Are you gonna stay for a while?

What if I put you in my dreams tonight?

Are you gonna stay 'till it's bright?

What if I give you my story?

Are you gonna listen to me?

What if I give you my heart?

Are we never gonna be apart?

Banyu, andai saja semua itu ku lakukan, akankah kau membalasnya? Andai Arya tak pernah ada, kau tak akan meninggalkanku? Lirik lagu mocca ini selalu mengingatkanku akan dirimu.

What if... if you leave me right here?

I'm right here and waiting for you

Mungkinkah nanti di surga kita akan bertemu kembali? Mungkinkah… Mungkinkah… Mungkinkah… aku haru menghadapi semua kenyataan ini? Kenyataan tentangmu yang telah pergi. Air mataku tak akan jatuh seperti inginmu, tapi hati ini? Setidaknya aku cukup tenang, kau tak akan menderita lagi.

Waktu itu, mentari tertutup awan kelam. Tapi matamu, memancarkan cahaya yang membuat semuanya menjadi cerah. Senyumanmu kepadaku dan Arya, seindah bunga-bunga yang bermekaran di musim semi. Itu semua lebih dari cukup untukku.

“Nyu, kamu itu sakit. Jangan bercanda terus, istirahat sana,” kataku berusaha mengingatkanmu dan kamu tersenyum.

“Cerewet amat sih ibu satu ini?”

“Biarin aja, situ malah udah tau sahabatnya sakit tetep aja di gangguin,”

“Saya hanya menghibur tante,” Arya membela dirinya.

“Sudah..sudah.. by the way, Arya,” matamu meminta sesuatu pada Arya, sesuatu yang tak ku tau. Itu bahasa kalian berdua. Arya meninggalkan kita berdua, hanya berdua.

Matamu memandangku lekat-lekat. Bibirmu terus membagikan senyum padaku. Tapi mengapa bulir-bulir itu jatuh dari matamu?

“Nyu, kenapa nangis?”

Kamu menghela nafas panjang, lalu membaringkan tubuhmu. Tanganmu berusaha menggapaiku, menggenggam tanganku dan mendekatkannya ke dadamu.

“Aku mau tidur,” katamu. Kamu menutup mata lalu tersenyum ,”Terima kasih Cinta, untuk segalanya. Kau berikan lagi, kesempatan itu. Tak akan terulang lagi semua kesalahanku yang pernah menyakitimu,” nyanyianmu sambil memejamkan mata. Aku tau, Arya melihat kita berdua dari luar, dan aku yakin dia sangat sedih. Tapi siapa peduli? Di sini hanya ada duniaku dan duniamu. Tapi, Arya kekasihku, Arya sahabatmu, dia…

“Cinta,” kau memanggilku, “Kalo ini adalah waktu terakhirku, aku rela…”

“Banyu,” selaku ,“Kamu pasti sembuh, percaya sama aku,” kau hanya tersenyum. Ruang ini hening kembali.

“Cinta, aku yakin Arya bisa jaga kamu baik-baik,” katamu.

“Banyu, kamu jadi tambah ngelantur gini?” tanyaku cukup khawatir.

Kau tersenyum, “Iya, aku nggak akan ngelantur lagi. Cinta, aku tidur ya,” katamu sambil tersenyum padaku. Dan itu adalah senyuman terakhirmu.

Banyu, mungkin memang sudah jalanmu untuk pergi. Andai saja tidak ada Arya, mungkin itu akan terjadi lebih awal. Andaikan, aku milikmu. Andaikan..andaikan..

No comments:

Post a Comment